Alhamdulillah alaa kuli haal
Kamis (17/11) bertepatan dengan 22 Rabi’ul Akhir 1444 Hijriah, Masjid Syekh Ajlin Gaza diresmikan. Melalui acara Soft Launching Masjid Syekh Ajlin Gaza bertajuk “Bukti Persaudaraan Bangsa Indonesia untuk Palestina”, sekitar 200 tamu undangan dari Indonesia dan Palestina hadir menjadi saksi berdiri tegaknya Masjid penuh sejarah ini. Sejumlah tokoh yang turut serta dalam acara di antaranya, Dr. Abdul Hadi Al Agha sebagai Wakil Sekda Kementerian Wakaf dan Agama Palestina, Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S.T., M.U.D. sebagai Gubernur Jawa Barat sekaligus desainer Masjid Syekh Ajlin Gaza, Ir. Oemar Seyam sebagai CEO Aman Palestin Global, Prof. Dr. Ir. Suwarno, M.T. sebagai Ketua YPM Salman ITB, dan Ir. Hari Utomo sebagai Direktur Utama Wakaf Salman ITB.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Allah Ta’ala karena masjid ini mendatangkan cahaya kepada kami. Spirit pembebasan Masjidil Aqsa berasal dari masjid-masjid yang dibangun (salah satunya Masjid Syekh Ajlin Gaza ini). Masjid ini menjadi jalinan hubungan baik antara Malaysia, Indonesia, dan Palestina,” sambut Dr. Abdul Hadi Al Agha.
Seperti yang tercatat dalam sejarah bahwa Masjid Syekh Ajlin (dahulu Abu Jehad) hancur rata dengan tanah akibat agresi militer Israel, pada tahun 2014 lalu. Sekitar 2200 orang meninggal dunia dalam tragedi musim panas itu, termasuk 551 diantaranya adalah anak-anak. Kembali berdirinya masjid ini, serupa simbol bagi harapan kemenangan masyarakat Palestina yang dibersamai masyarakat Indonesia untuk terlepas dari belenggu penjajahan Zionis. Selain itu juga, diharapkan menjadi simbol perdamaian internasional.
Dahulu Masjid Syekh Ajlin Gaza hanya dapat menampung 512 jemaah, kini 3 tingkat masjid yang meliputi juga tempat belajar Al-Qur’an dan klinik kesehatan, berdaya tampung hingga 2000 jemaah.
Terima kasih semua, berkat kedermawanan kalian, Gaza memiliki harapan baru!









